Terbinanya Kader, HMI Cabang Singaraja LK II Nasional

“Maka tentunya sangat diperlukan formulasi-formulasi baru dalam menjawab era tantangan distrupsi teknologi. Bukan berarti kita semua kader HMI dengan nyaman tertidur pulas, justru yang seharusnya kader HMI harus bangun dan bangkit dalam menjawab tantangan dan peluang pada era distrupsi teknologi, dengan tetap berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945 sebagai jalan kehidupan berbangsa dan bernegara.” pesan Dewa Putra.

“Dengan demikian, melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, diharapkan Kader HMI seluruh Indonesia, khususnya HMI Singaraja, mampu menjawab tantangan era distrupsi teknologi di tengah kemajuan zaman.”, sebutnya.

Selaku Ketua MD Kahmi Buleleng, H.Lewa Karma, M.Pd, menyampaikan HMI Singaraja harus menjadi generasi bangsa yang tidak hanya kuat secara Keimanan/tauhid dalam kehidupan pribadi masing-masing kadernya. Melainkan kader HMI Singaraja harus, seimbang antara kehidupan jasmani dan rohani, menjadi tonggak peradaban setiap zaman, dengan tetap meneggakan nilai religius, toleransi, berbudaya dalam kehidupan amaliahnya yang sejalan dengan terbinanya insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah Swt”, Ungkapnya.

“Sehingga, melalui kegiatan LK II Nasional HMI Cabang Singraja diharapkan para kader HMI tidak hanya mampu menjawab tantangan dalam kebhinekaan, melainkan juga menjawab tantangan dengan kreativitas dan inovasi, dalam lingkup sosial, dan politik, serta ekonomi pariwisata di Bali di tengah Pandemi”, Tegasnya.

Bayu Angga Saputra, selaku Ketua HMI Cabang Singaraja menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan LK II Nasional HMI Cabang Singaraja merupakan bukti konkrit ikhtiar HMI dalam menjawab tantangan zaman, berkaitan dengan sosial, dan ekonomi, kebhinekaan, serta keumatan sebagaimana pandangan Jendral Sudirman “HMI adalah Harapan Hidup Masyarakat Indonesia”, ungkapnya.

“Sehingga, dengan tetap memperhatikan protokol Kesehatan, pengkaderan harus terus dijalankan tentunya. Bukan HMI Namanya, jika hanya pasrah dan mengalah kepada keadaan, maka pengkaderan harus tetap dikembangkan dengan inovasi virtual dan hybrid walaupun di tengah pandemi,” sambungnya.

Dikarenakan, menurut Bayu terselenggaranya kegiatan LK II Nasional HMI Cabang Singaraja, merupakan salah satu upaya menghidupkan kembali perekonomian di Bali, dalam sektor pariwisata yang lesu akibat pandemi. Hal ini senada dengan wacana pembukaan Pariwisata di Bali di Bulan Juli mendatang.

“Dengan hadirnya peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, merupakan potensi dan peluang bagi Bali khusunya Kabupaten Buleleng, dalam memperkenalkan secara langsung keunggulan destinasi pariwisata yang dimiliki. Dengan harapan besar setelah mereka Kembali pulang ke daerah masing-masing dapat menjadi duta pariwisata yang menceritakan kemanan dan kenyamanan pariwisata Bali”, tegasnya.

Des

4 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor

https://youtu.be/BAM30I7e0-Q