Modal BUMDes di Maros, Diduga Rugikan Negara Hingga Milyaran Rupiah

Inagurasi | Maros – Adanya dugaan indikasi kerugian Negara sekitar Rp. 24 Miliar lebih, melalui program Dana Desa (DD) yang bersumber dari bantuan keuangan Pusat dan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) bersumber dari bantuan APBD Kabupaten Maros yang digelontarkan setiap tahunnya.

Salah satu aktivis Maros, Jumadi atau sapaan akrabnya, Papa Jhum angkat bicara mengenai hal tersebut. Ia mengatakan selama enam (6 tahun), 80 Desa telah menyalurkan Anggaran Desa untuk memodali Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) minimal Rp.50 juta bahkan sampai Rp.100 juta pertahun.

“Jka diproyeksikan maka selama pelaksanaan enam tahun setiap desa kini telah memiliki asset usaha minimal senilai Rp.300 juta,” perkiraannya

“Jika ada sekitar 80 Desa maka kami perkirakan totalnya sekitar Rp.24 milyar, inilah yang jadi pertanyaan sampai sejauh ini, karena tidak ada kegiatan usaha Bumdes yang menonjol di Kabupaten Maros padahal, Bumdes ini dihadirkan di Desa sebagai simpul perputaran perekonomian masyarakat di Desanya, baik sebelum mewabahnya virus Corona, maupun sebelumnya, sehingga kami menduga ada banyak Desa yang membuat laporan pertanggungjawaban fiktif,” jelasnya.

Jum menambahkan, bahwa pihaknya meminta kepada Dewan Maros bersama Lembaga pengawas lainnya agar sekiraranya menelisik persoalan ini.

3 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor