Film Invisible Hopes,  Kehidupan Anak Lahir Dalam Penjara dari Ibu Narapidana

Melalui film ini, Tiar berharap masyarakat Indonesia mau menerima dan bersedia menonton film dari Lam Horas Film ini. Sebab dalam film ini, sebuah kejujuran nyata terpampang jelas nasib para ibu, perempuan dan anak-anak yang sangat membutuhkan perhatian dari masyarakat, dimana masyarakat dapat mengetahui bahwa ada kehidupan yang tak terlihat dan kerap dilupakan di dalam penjara.

“Lewat film ini juga, diharapkan menjadi perhatian pemerintah menciptakan langkah yang lebih baik untuk wanita hamil dan khususnya anak-anak yang terpaksa lahir serta tinggal di dalam penjara. Karena dengan menonton film Invisible Hopes ini berarti masyarakat bisa ikut membantu meringankan beban mereka. sebab Lam Horas Production masih akan terus melanjutkan fundrising supaya dapat memberikan bantuan secara berkelanjutan,” terangnya.

Karena menurut Tiar, ibu dan anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia serta keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya tanpa perlakuan diskriminatif. Sebab dalam pola kehidupan itu ada hak-hak anak harus tetap terpenuhi sejak masih dalam kandungan. Oleh karena itu ketika berbicara tentang pemenuhan hak anak hal itu berkaitan sangat erat dengan pemenuhan hak ibunya (perempuan hamil dan menyusui).

“Tolong sampaikan dan kabarkan film ini kepada masyarakat luas, agar negara dan setiap orang bisa ikut merasakan sebuah keprihatinan dan mau berempati kepada kaum wanita yang berjuang sendirian tanpa keluarganya di dalam penjara demi buah hati mereka yang juga merasakan terkurung didalam ruangan berpagar besi. Dokumenter untuk layar lebar ini kami buat untuk menggambarkan tentang ‘beratnya’ hidup di balik jeruji besi, terutama bagi mereka yang tengah hamil. Mereka harus menerima kenyataan bahwa sistem di dalam Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia, tidak membedakan antara tahanan yang hamil dan yang tidak hamil. Baik bagi mereka yang hamil sebelum, maupun yang hamil sesudah mereka berada di dalam tahanan,” papar Tiar.

Her

7 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sponsor