Masa Pandemi Dikuatirkan Pekerja Anak Meningkat

“Komitmen di tingkat global sejauh ini sudah sangat tinggi. Untuk memberikan kontribusi besar sebagai anggota ILO, kita memiliki tanggungjawab dengan melaporkan persoalan ini di tingkat global. ILO berkolaborasi dengan UNICEF merekomendasikan beberapa hal untuk dimasukan dalam kebijakan pemerintah, yaitu perlu adanya respon yang terkoordinasi dengan baik sebagai komitmen pencegahan dan penghapusan pekerja anak di masa pandemi; penghapusan kemiskinan melalui akses kredit dan bantuan tunai kepada keluarga miskin; mendorong penerapan penghapusan biaya sekolah, diberikan biaya belajar tambahan dan subsidi seragam, buku, transportasi; perlindungan sosial kepada kelompok paling rentan; melakukan pengawasan ketenagakerjaan dan penegakan hukum dalam pencegahan terhadap pekerja anak; serta melaksanakan dialog sosial antara pemerintah, organisasi pengusaha dan organisasi pekerja, dan anak-anak,” ungkap Irham.

Ketua Forum Anak Desa Jokato, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Rizky Dwi Saputra, mengungkapkan ada beberapa faktor yang memengaruhi anak menjadi pekerja anak, salah satunya yaitu anak tidak memiliki kesibukan karena beberapa sekolah diliburkan di masa pandemi ini.

“Ketika mereka tidak ada kegiatan, akhirnya memilih ikut orangtua membantu bekerja di kebun, menindaklanjuti hal ini, kami forum anak membuat program khusus untuk mengisi waktu anak dengan aktivitas positif, yaitu bermain dan belajar yang menekankan pada pendidikan karakter. Dengan adanya program FAD, anak jadi memiliki kesibukan di masa pandemi seperti ini, pekerja anak juga bisa kami kurangi,” tutup Rizky.

Holly

11 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *