Wacana Redenominasi Rupiah Kembali Mencuat

Belum lagi, ada biaya sosialisasi hingga pengubahan sistem elektronik di semua institusi. Mulai dari kementerian/lembaga, bank, hingga toko-toko.

Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede berpendapat  redenominasi yang dilakukan pada waktu yang tidak tepat justru bisa menimbulkan masalah. Yang paling rentan justru bisa menimbulkan inflasi.

Timing yang salah saat pemberlakuan implementasi dampaknya bisa negatif. Misalnya Turki kan sempat redenominasi tapi timing-nya enggak tepat sehingga inflasinya sempat melonjak,” kata Josua.

Selain itu, menurut Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal Damuri, waktu pelaksanaan yang tidak tepat dan kurang sosialisasi justru bisa menimbulkan kepanikan di masyarakat. Apalagi, kebijakan ini pasti memakan waktu lama sekitar tujuh tahun untuk masa transisi.

“Makanya harus dikomunikasikan dengan baik untuk meminimalisir efek psikologis kepada masyarakat. Selama ini belum ada upaya tersebut,” tutur Yose.

Komisi XI DPR menilai pembahasan RUU Redenominasi atau Perubahan Harga Rupiah belum menjadi prioritas mengingat penanganan pandemi covid-19 lebih mendesak.

Menurut Anis, RUU Redenominasi bukan hal baru, melainkan pernah diwacanakan oleh pemerintah bersama Bank Indonesia.

Redenominasi untuk kemudahan dan penyederhanaan sistem pencatatan keuangan bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dan manfaat lainnya, yakni memudahkan teknik perhitungan rupiah yang selama ini selalu memasukkan banyak digit dan berpotensi mengakibatkan kesalahan transaksi.

Meski begitu  ia mengingatkan kebijakan redenominasi juga bisa menimbulkan persepsi dan kekhawatiran di masyarakat.

Kekhawatirannya, masyarakat salah mengartikan redenominasi dengan kebijakan sanering atau memotong nol dalam rupiah dan mengurangi nilai uang.

Risiko lain, sambung dia, kemungkinan pengusaha atau pedagang menaikkan harga semaunya karena melakukan pembulatan harga ke atas secara berlebihan.

Selain itu, rencana ini juga membutuhkan kerja sama antara pemerintah, BI dan OJK serta dukungan perbankan, asosiasi industri dan pengusaha, lembaga pendidikan serta lembaga masyarakat lainnya.

Igo

42 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *