Wilayah Bencana Rentan Bagi Anak Mengalami Eksploitasi dan Trafficking

Merespon pengalaman yang disampaikan beberapa peserta tersebut, fasilitator pelatihan dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) atau Save The Children, Rendiansyah Dinata mengungkapkan bahwa inti dari manajemen kasus ini adalah koordinasi. “Kita bukan superhero yang bisa menangani kasus sendiri tanpa melibatkan pihak dan sektor lain. Harus ada langkah sistematis dalam mengatur dan mengatasi masalah perlindungan dan kesejahteraan anak yang kompleks karena melibatkan banyak pihak dalam koordinasi menangani kasus,” tegas Rendiansyah.

Lebih lanjut Rendiansyah mengungkapkan penerapan manajemen kasus, tidak boleh hanya fokus kepada anak, tapi juga kepada keluarga karena permasalahan anak seringkali bermuara dari keluarga. “Jika ingin menyelesaikan permasalahan terkait anak, harus melibatkan keluarga secara tepat dan sistematis. Bentuk pelayanan yang diberikan harus menyesuaikan dengan kondisi new normal ini, selain demi kepentingan terbaik bagi anak, tentu juga  harus memperhatikan kepentingan terbaik bagi kesehatan masyarakat,” tambah Rendiansyah.

Pelatihan manajemen kasus tersebut dihadiri masing-masing 35 peserta dari Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Nusa Tenggara Barat, terdiri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dinas dan Lembaga lainnya yang turut menangani isu perlindungan anak. Melalui pelatihan ini, peserta diberikan pembekalan pengetahuan, keterampilan dan nilai dalam melakukan penanganan terhadap anak korban kekerasan, eksploitasi, maupun trafficking serta memperkuat sistem perlindungan anak di wilayah bencana yaitu Sulteng dan NTB.

Holly

11 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *