Hidup Baru Bangkit Dari Terpuruk

Inagurasi.com – J.K. Rowling menyebutkan Keadaan terpuruk adalah fondasi kuat yang membangun kembali hidup saya. Sangat mungkin ada benarnya juga. Jika kita mengalami keterpurukan untuk menemukan energi agar bisa meroket kembali.

Berfokuslah saat masa-masa transisi. Ini adalah cara lain untuk mengatakan, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Akan ada waktu saat Anda merasa sangat frustrasi—saat Anda merasa akan jatuh ke jurang yang lebih parah dari saat dahulu (adakah hal yang lebih buruk dari keadaan terpuruk?). Dalam masa-masa ini, berfokus, tetap berpikir positif, dan menyadari bahwa hal tersebut benar-benar normal adalah tindakan yang sangat dibutuhkan.

Akan tetapi, selama mengalami keterpurukan apa yang haru dilakukan untuk menjalani fase menuju bangkit kembali. Bahkan lebih baik lagi.

1.Mengeluh sepuasnya

Wajar untuk mengeluh sebagai langkah pertama untuk memulai hidup kembali. Memendam perasaan hanya akan membuat Anda meledak di kemudian hari. Terlebih lagi: mengakui hal ini adalah cara untuk mendorong Anda untuk bertindak. Mengetahui situasi yang Anda hadapi dan tidak menyukainya adalah cara untuk meluapkan emosi.

Maka , silakan mengeluhlah. Anda memang tidak puas. Itulah kehidupan.

2.Beristirahatlah bila saatnya

Kenyataannya adalah Anda membutuhkan liburan sekarang ini. Terkadang, kehidupan hanya harus berhenti sejenak. Sebisa mungkin, belilah camilan dan beristirahatlah sejenak. Mulai isi kembali tenaga Anda untuk berusaha keras dalam menaklukkan dunia.

Jika Anda mempunyai pekerjaan, Anda mungkin harus mengambil cuti. Tidak untuk waktu yang lama—jangan sampai dipecat. Hanya satu atau dua hari untuk beristirahat dan berkonsentrasi. Saat ini, Anda harus berfokus pada diri sendiri.

3. Cari pendapatan yang stabil

Bagi sebagian dari kita, kebutuhan ini adalah mempunyai uang untuk memenuhinya. Untuk menyajikan makanan di meja, Anda harus memiliki uang di dalam saku. Anda tidak memerlukan terlalu banyak uang, tetapi untuk naik ke kelas hirarki yang lebih tinggi (dan mulai berpikir untuk naik), Anda membutuhkan penghasilan yang stabil.

4. Kebiasaan buruk tinggalkan

Jika Anda suka merokok, minum minuman keras, atau melakukan kebiasaan adiktif lainnya secara konstan, kebiasaan-kebiasaan itu harus berhenti sekarang. Tidak ada kemajuan pribadi jika kebiasaan itu tidak berhenti. Untuk melihat kemajuannya, Anda tidak bisa mempertahankan kebiasaan lama Anda. Jangan sia-siakan lagi uang.

Bayangkan orang yang Anda kagumi. Apakah orang tersebut menggantungkan hidupnya kepada orang lain atau hal lain? Saat membicarakan proyeksi diri, mengapa memperhitungkan hal lain daripada gambaran ideal tersebut? Anda berhutang kepada diri sendiri untuk menjadi orang yang paling baik. Jika Anda tidak bisa menghentikan kebiasaan itu, tidak akan ada kebiasaan baru yang lebih baik yang datang menghampiri Anda.

5. Berpikir secara proaktif.

Saat Anda harus mengubah semua situasi Anda dan benar-benar memulai kembali kehidupan, Anda harus membuat beberapa pengaturan besar terlebih dahulu. Anda harus berpikir, bersikap, dan berpakaian seperti orang yang baru, serta berada di sekitar orang-orang baru.

Akan tetapi, untuk melakukan hal ini, Anda harus mulai berpikir positif dan dengan penuh keyakinan. Jauhkan kata-kata “Aku tidak bisa”, “bagaimana jika”, dan “mungkin”. Tidak ada ruang bagi pemikiran seperti itu di sini. Bagaimana cara untuk memulai hidup kembali?

6.Tentukan menjadi  seperti apa.

Bagaimana rupa Anda? Apa yang akan Anda kenakan? Bagaimana hubungan Anda akan terlihat? Di mana Anda akan tinggal? Mobil apa yang akan Anda kendarai?

Sisihkan waktu 15 menit, tutuplah mata, dan benar-benar bayangkan kehidupan yang Anda inginkan di dalam hati untuk benar-benar merasakannya. Simpanlah gambar kehidupan sempurna Anda di dalam pikiran. Anda harus memercayai, tanpa setitik pun keraguan, bahwa orang yang Anda bayangkan adalah Anda di masa depan.

Anda membutuhkan titik akhir untuk mengetahui cara dan tempat untuk memulai perjalanan. Di mana perjalanan Anda akan berakhir? Target apa yang ingin Anda capai? Tuliskan semuanya. Semua orang membutuhkan sesuatu untuk dikejar karena tidak ada manusia yang sempurna. Sekarang adalah kesempatan Anda untuk memilihnya. Inilah yang Anda targetkan.

7.Mulailah berolahraga.

Hal ini terlihat sedikit konyol, bukan? Orang terpuruk seperti apa yang memiliki keinginan (atau mungkin upaya) untuk berolahraga? Tetapi, Anda tidak boleh meremehkan hal-hal ini. Bahkan, Anda harus memikirkan dengan cara sebaliknya. Apakah orang yang sukses berolahraga, atau orang yang berolahraga menjadi sukses? Apakah ayam dahulu yang ada ataukah telur?

Hal pertama yang harus diurus saat terpuruk adalah tubuh Anda. Anda berbaring seharian di kasur, hanya menyapa matahari untuk mengusirnya kembali. Ditambah, kebiasaan ini adalah lingkaran setan yang hanya akan menyebar luas. Kondisi tubuh Anda mulai menurun dan begitu pula pemikiran Anda. Saat berolahraga, benak Anda mulai menerima sinyal-sinyal dari tubuh daripada kebalikannya. Anda akan merasa lebih baik, terlihat lebih baik, dan Anda akan menjadi lebih baik saat berolahraga—Anda akan bisa mengatasi masalah lain di kehidupan yang gila ini.

8.. Mengonsumsi makanan sehat.

Tanpa Anda sadari, Anda sudah mengonsumsi makanan instan, minuman kaleng, dan sekotak es krim selama berjam-jam, lalu kebencian pada diri sendiri pun bertumpuk. Setelah berpesta makanan, Anda merasa benar-benar bersalah—lalu, mendorong proses itu untuk berulang. Satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan adalah berbaring di sofa dan berdoa agar terhindar dari gangguanernaan. Tidak begitu produktif, bukan?

Makanan harus membuat Anda merasa lebih bertenaga, bukannya lesu dan penuh penyesalan. Setelah mengonsumsi makanan sehat, tubuh akan terasa lebih baik dan Anda pun akan merasa lebih baik. Apakah Anda melihat adanya pola? Keluar dari keadaan terpuruk adalah tentang merasa cukup baik (bukan menjadi lebih baik) untuk bertindak. Mengonsumsi makanan sehat adalah bagian dari tipu daya mental untuk membuat benak Anda berpikir positif.

9.Hentikan yang Negatif

Daripada memikirkan hal-hal yang berguna dan rasional, Anda malah memikirkan, “Aku benar-benar payah—Aku enggak pernah dihargai mau bagaimana pun juga, jadi kenapa harus susah-susah berusaha?”

Ini saran untuk Anda: Pemikiran seperti itu bukanlah fakta. Pemikiran itu adalah perasaan, dan perasaan bisa berubah.

Saat Anda menyadari bahwa Anda memikirkan suatu hal negatif, Anda bisa mendorong diri sendiri untuk menghentikannya seketika atau menambahkan sesuatu untuk membuatnya lebih baik. “Aku merasa gagal” berubah menjadi, “Aku memang gagal hari ini. Tetapi, besok adalah cerita yang baru lagi”. Jangan menganggap segala hal itu hitam dan putih. Tidak ada yang 100% benar. Saat pepatah mengatakan “badai pasti berlalu”, inilah maksudnya.

10.Bantulah orang lain.

Trik lain untuk pergi melihat dunia dan lebih terlibat di dunia orang lain (yang bisa menjadi tempat yang tidak terlalu menyeramkan dan mengintimidasi) adalah dengan membantu sesama. Anda tidak hanya akan merasa lebih baik, tetapi membuat orang lain merasa lebih baik akan membuat Anda merasakan hal yang serupa. Anda bisa merasakan rasa syukur secara instan.

11.Kelilingi diri Anda dengan pengaruh positif.

Orang-orang di sekitar Anda sangat memungkinkan menjadi sebab keterpurukan Anda ini. Memang sulit untuk dipercayai, tetapi orang-orang di sekitar kita bisa menjadi penyalur potensi bagi kita. Mungkinkan hubungan yang Anda jalin membuat Anda merasa lelah? Jika jawaban Anda “mungkin”, sebaiknya Anda menyalurkan usaha Anda untuk hal lain.

Terkadang, mengakhiri persahabatan yang beracun itu diperlukan. Kita tumbuh menjadi orang dewasa dan teman-teman kita tidak melihat identitas baru yang kita lihat. Hal itu benar-benar normal. Jika ada teman Anda (atau kekasih) yang tidak membuat Anda bahagia, mungkin ini saatnya Anda merelakannya.

Saat Anda menyadarinya, Anda akan merasa luar biasa, bahagia, dan puas bahwa saat-saat terpuruk itu terasa sama sekali tidak pernah terjadi. Sampai saat ketika Anda terbangun dan menyadari, “Sial. Aku dulu seperti itu, ya?” tiba, santai sajalah. Saat itu pasti datang. Saat itu memang selalu datang. Habis gelap terbitlah terang. Ingatkah peribahasa itu? (berbagai sumber)

22 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *