Kisah Publik Figur Menginspirasi Lahirnya Undang-undang Baru

Inagurasi.com– Ternyata kisah seseorang atau Publik Figur bisa menginspirasi Lahirnya Undang-undang Baru. Adapun kejadian-kejadian tersebut, diantaranya, yaitu:

1.Tom Cruise

Berawal dari Tom Cruise membeli mesin ultrasound seharga US$ 200.000 untuk memantau keadaan anaknya yang masih di dalam kandungan bersama Katie Holmes tahun 2005 lalu.

Sehingga para dokter terpicu untuk mendorong dibuatnya rancangan undang-undang yang mencegah warga negara non-medis untuk memiliki alat ultrasound. Dimaksudkan demi melindungi orang tua yang mungkin tidak menyadari efek berbahaya dari penyalahgunaan teknologi ultrasound dan menempatkan anak-anak mereka yang belum lahir dalam bahaya.

  1. Goo Hara

Kematian penyanyi dan aktris asal Korea Selatan Goo Hara yang mengejutkan penggemarnya, karena bunuh diri pada November 2019 silam.

Kemudian setelah kematiannya, pihak keluarga  pun dikabarkan berada di tengah sengketa hukum. Pasalnya Ibu yang telah menelantarkan Hara dan kakaknya Goo Ho In ingin mendapat 50 persen harta warisan putrinya.

Namun menurut Undang-Undang Sipil Korea Selatan yang sedang berlaku, orang tua yang tidak menafkahi atau membesarkan anak-anaknya tetap berhak atas aset anak mereka yang telah meninggal. Kecuali dalam kasus yang sangat jarang seperti pembunuhan atau pemalsuan surat wasiat.

Berkaca dari kasus itu, Kakaknya kemudian mengajukan petisi Goo Hara Act yang bertujuan untuk mengubah undang-undang warisan tersebut.

Nantinya Undang-undang ini akan mencegah klaim atas aset anak-anak jika mereka mengabaikan kewajiban sebagai orang tua.

Dan petisi ini mendapat dukungan dari banyak pihak. Aturan baru ini tengah menunggu pengesahan.

  1. Britney Spears

Dikarenakan Britney Spears harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 24.000 untuk pengawalan ambulans ke rumah saki agar terlindungi dari buruan paparazzi.

Mengilhami dibuatnya Undang-undang Anti-Paparazzi, yang resmi ditandangani pada 2008 oleh Gubernur California saat itu, Arnold Schwarzenegger.

Dalam Undang-undang Anti-Paparazzi mengharuskan fotografer untuk setidaknya berada 20 meter dari seorang selebritas atau mereka akan kehilangan semua keuntungan dari foto yang dihasilkan.

  1. UU Tentang Operasi Plastik

Berselang tak lama  disahkan UU Anti-Paparazzi, Gubernur California Arnold Schwarzenegger menandatangani Undang-undang tentang aturan meningkatkan kesadaran publik tentang risiko operasi plastik.

Hal ini karena ibu Kanye West yang meninggal karena komplikasi setelah sedot lemak dan operasi plastik.

Isi Undang-undang ini mengharuskan pemeriksaan fisik 30 hari sebelum seorang pasien menjalani prosedur bedah kosmetik. Hal ini dikarenakan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah dan menganggap bahwa kondisi mereka selalu ‘cukup baik’ untuk dioperasi, padahal sebenarnya tidak.

  1. Jackie Coogan

Kisah aktor anak-anak  California awal abad 20-an, Jackie Coogan menginspirasi terbentuknya suatu undang-undang. Dikenal dengan Undang-undang Aktor Anak California atau “Coogan Law.”

Kisahnya bermula dari kesuksesan seorang aktor cilik bernama Jackie Coogan pada tahun 1919 silam. Dilansir ia berhasil memperoleh sekitar US$ 3-4 juta sepanjang kariernya.

Akan tetapi saat usianya menginjak usia 21 tahun, Ia sangat terkejut, ternyata penghasilannya telah dihabiskan oleh ibu dan ayah angkatnya untuk membeli perhiasan dan barang-barang mewah lainnya.

Coogan pun menggugat kedua orang tuanya pada tahun 1938. Namun setelah biaya proses hukum, ia hanya menerima US$ 126.000 dari US$ 250.000.

Ia akhirnya harus menjalani masa dewasanya dengan kekurangan finansial.

Coogan Law sendiri berisikan bahwa orang yang mempekerjakan aktor anak menyisihkan 15% dari pendapatan dan harus menentukan sekolah, jam kerja, dan cuti aktor tersebut.

  1. Hana Kimura

Bunuh dirinya pegulat berdarah Jepang-Indonesia, Hana Kimura pada Sabtu (23/5) kelahiran 1997. Diduga alasan ia mengakhiri hidupnya adalah karena tidak kuat menghadapi perundungan melalui dunia maya atau dikenal dengan cyberbullying.

Kasus ini menarik perhatian warganet sekaligus mantan Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama. Sehingga mengingatkan negaranya agar mempertimbangkan hukuman terhadap pelaku cyberbullying. Partai Demokratik Liberal yang berkuasa di Jepang mulai membahas undang-undang yang akan mengatur provider internet untuk memberikan informasi identitas pengguna akun anonim di media sosial.

25 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *