Menparekraf Wishnutama Optimis Wisata Indonesia Lebih Mampu Bersaing di Normal Baru

Jakarta, Inagurasi.com –  Menjelang New Normal  setelah pandemi corona, diyakini model wisata di Indonesia juga dunia akan mengalami perubahan yang signifikan. Baik dalam hal Kebersihan, kesehatan, dan keselamatan. Ketiganya yang saling terkait akan dijaga para wisatawan. Sebelum pandemi, Indonesia kedatangan wisatawan asing 1,3 hingga 1,4 juta turis asing per bulan.

Menyongsong New Normal Wisata Indonesia Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio optimistis Indonesia bisa bersaing di masa depan. Ia pun tengah menggodok dan mematangkan protokol wisata di new normal atau aktifitas normal.

“Ini tentang persiapan ya. Kami sedang mematangkan tahapan-tahapan hingga kasus COVID-19 sudah membaik dengan berbagai parameter. Sehingga nantinya, tahapan itu bisa dilakukan,” ungkap Wishnutama dalam konferensi pers secara virtual dan ditayangkan Youtube Sekretaris Kabinet RI, Kamis (28/5/2020).

Adapaun poin yang dimaksud Menparekraf itu adalah detail Standar Operasional Prosedur (SOP) wisata Indonesia usai pandemi virus Corona. Yakni:

1. Siapkan SOP yang diterapkan di sektor pariwisata. SOP itu banyak kaitannya, misal di hotel, restoran dll.
2. Lakukan simulasi SOP itu
3. Sosialisasi
4. Uji coba

Dengan ketentuan tahapan SOP itu akan diterapkan pada daerah yang sudah siap menerima turis. Parameternya, beragam dengan utamanya jumlah kasus virus Corona di daerah itu.

“Kesiapan daerah menjadi faktor penting makanya kami selalu berkoordinasi dengan kepala daerah agar mereka siap untuk melakukan tahapan-tahapan itu,” sebut Menparekraf.

Selain itu,  kata Wishnutama, pihaknya juga sedang menggodok adanya batasan jumlah wisatawan ke sebuah destinasi. Karena adanya protokol kesehatan saat pandemi virus Corona, social distancing atau menjaga jarak sosial. “Artinya, jumlah wisata yang diterima satu destinasi tak akan sebanyak tahun-tahun lalu,” ujarnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta kepada Menparekraf agar tak gagap menghadapi perubahan itu. Sehingga Wishnutama sedang mematangkan persiapan menyambut wisata pada kenormalan baru.

Menurut Menparekraf kualitas turis juga menjadi faktor penting. “Kami sudah menggeser tren wisata dari kuantitas menjadi kualitas. Itu sudah disiapkan sejak sebelum COVID-19. Itu lebih tepat setelah new normal,” terangnya.

“Awalnya kami akan fokus ke wisatawan domestik dulu,. Saya sudah melakukan koordinasi intensif dengan kepala daerah untuk melaksanakan protokol kesehatan. Dan wisata bisa dibuka sebulan setelah daerah itu dinyatakan siap menyambut turis,” tambah Wishnutama.

Terkait pembangunan Infrastruktur dikatakannya akan  jalan terus. “Kami akan tetap menyiapkan infrastruktur, bandara, desa wisata, dan ekonomi kreatif untuk mendukung keberhasilan pariwisata,” tuturnya.

Lebih jahu Wishuntama memaparkan akan memanfaatkan teknologi digital untuk mengampanyekan wisata kepada dunia. “Saat ini terjadi akselerasi penggunaan teknologi. Siap yang membayangkan silaturahmi secara virtual, konferensi pers secara virtual. Nah, untuk promosi wisata ini ke depan fokus kita banyak melibatkan platform digital biar pasarnya yang disasar lebih spesifik,” terangnya.

Sementara itu untuk persiapan  transportasi  perjalanan wisatawan Wishnutama mengutarakan bekerja sama dengan Garuda untuk menyiapkan paket yang harganya sangat menarik.

Wishnutama juga tak lupa adanya kerjasama semua pihak. Ia meminta agar seluruh komponen terkait wisatawan bisa disiplin. Bukan hanya di tempat destinasi, namun turis sudah harus disiplin sejak dari bandara dan hotel.

Fam

44 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *