Produktifitas Desainer Anna Mariana Tetap  Mantap Meski  WFH

Jakarta, Inagurasi.com – Wabah  virus corona (Covid-19) di Indonesia mengharuskan semua warganya melakukan Work For Home (WFH) , berimbas  pada berbagai kegiatan usaha, diantaranya dunia fashion.

Hj, Prof, Dr Anna Mariana, SH, MH, MBA, salah satu desainer ternama tanah air, merasakan  dampak pandemi Covid-19 bagi kegiatan usahanya. Anna Mariana merupakan Ketua Umum IFA (Indonesia Fashion Art) dan KADIFA (Komunitas Para Desainer-Desainer Fashion Art Indo) beranggotakan 34 provinsi di Indonesia. Juga wirausaha exspor-impor UKM Indonesia di bawah naungan dan Yayasan KADIFA. Ia juga menjabat Ketua Grup Silahturahmi Para Istri-istri Jaksa Adhyaksa Angkatan 689 (Ladies 689).

Juga Dewan Pakar di Grup Forum Silahturami Para Raja-Raja se-Nusantara (FSKN) di bawah Ketua Umum YM Pangeran Arief Natadiningrat Sultan Kasepuhan Cirebon. Terakhir, Ketua Umum Yayasan Putra Putri Tenun Songket Indonesia dan Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara.

Anna menjelaskan salah satu dampak Covid-19 yang ia rasakan, yakni lesunya tingkat kegiatan usaha hingga memaksa perusahaan menerapkan pola efisiensi, seperti merumahkan dan pemutusan hubungan kerja atau PHK akibat dampak virus tersebut.

Menurutnya seharusnya keputusan PHK patut dihindari. “Dampak dari musibah Covid-19 dapat diatasi jika semua lapisan masyarakat saling bahu-membantu,” ujar Anna Mariana, Jumat (3/4/2020).

Selain itu, Anna juga menyoroti WFH (work from home),  merupakan himbauan pemerintah dalam upaya mencegah penularan Covid-19. Ia mengingatkan masyarakat harus sadar dan patuh terhadap imbauan itu untuk sementara waktu. “Ini demi menjaga kesehatan bersama dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jika tidak patuh, masalah kian tambah panjang dan banyak korban jiwa berjatuhan,” tandas Anna.

Selama WFH, Anna mengaku tetap melakukan aktifitas secara normal, seperti membuat desain-desain baru hingga kreasi-kreasi aplikasi baru. Serta pola desain untuk produk-produk fashion yang bisa diproduksi oleh penjahit-penjahit lewat pengerjaan workshop.

“Atau jika ada yang punya mesin jahit di rumah, bisa melakukan aktivitas produksinya dan koordinasi melalui sarana media sosial untuk komunikasi langsung guna menghindari kesalahan-kesalahan produksi,” tuturnya.  HS

 

100 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *