Yakin Bisa Membawa Perubahan Semua Sektor di Kabupaten Bima, M.Rusli Said Ikut Berlaga diPilkada

“Maka sejak awal kita harus mau mampu melakukan perencanaan ini dengan seluruh komponen yang ada. Atau tokoh kunci atau tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi dan rekan-rekan jurnalis itu harus ada representasi daripada kelompok-kelompok untuk memperjuangkan kelembagaannya dan memperjuangkan daerahnya. Apakah itu dari tingkat desa, tingkat lingkungan R/Rw itu yang saya pahami,” katanya.

Perencanaan yangg kolektif (button up planning development) tambahnya, apabila sudah dirumuskan, maka program apapun, rencana dalam waktu 5 tahun kedepan yakin adalah sebuah kebutuhan masyarakat, bukan kebutuhan pemerintah saja. Bukan kebutuhan pimpinan daerah saja, tapi memang kebutuhan masyarakat.

“Maka itu jadi sangat penting. Intinya semua perncanaan dari bawah tanpa kita mengabaikan perencanaan dari atas yg menjadi kebijakan makro,” ucapnya.

Kedua, sambung M Rusli Said,  harus melakukan identifikasi terhadap seluruh potensi daerah, misal adanya permasalah dari 9 sektor kehidupan masyarakat.

“Ini harus teridentifikasi dan seluruh stake holder (tokoh masyarakat/komponen masyarakat) harus dilibatkan. Supaya mengetahui kepala dinas  tidak menjadi copy paste, dan kepala dinas yang  paham memiliki program masing-masing di kantornya dapat dipertanggung jawabkan. Karena yang  dilaksanakan oleh masing-masing satuan kerja  adalah memenuhi kebutuhan masyarakat, karena yang dikelola uang rakyat,” jelasnya.

Dan Ketiga harus melakukan rumusan bersama masyarakat, karena akan menjadi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)

“Itu yang akan dituangkan dalam Perda. Jika yang dituangkan dalam perda itu pasialistik (program yang tidak sinergi antar sektor lain) masyarakat tidak bisa menikmati pembangunan yang sesungguhnya,” tegas Rusli Said.

Maka semua rencana program jangka panjang yang akan di jalankan saat nanti terpilih,  M.Rusli Said kembali menegaskan berencana untuk menyusun bersama dengan semua pihak terkait. Dengan harapan terciptanya sebuah perubahan yang konkrit dan dapat diterapkan dalam aktivitas pembangunan, khususnya daerah Bima dan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima, Peovinsis Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kabupaten  Bima

Kabupaten Bima merupakan salah satu Daerah Otonom di Provinsi Nusa Tenggara Barat, terletak di ujung timur dari Pulau Sumbawa bersebelahan dengan Kota Bima (pecahan dari Kota Bima). Secara geografis Kabupaten Bima berada pada posisi 117°40”-119°10” Bujur Timur dan 70°30” Lintang Selatan.

Luas wilayah setelah pembentukan Daerah Kota Bima berdasarkan Undang-undang Nomor 13 tahun 2002 adalah seluas 437.465 Ha atau 4.394,38 Km² (sebelum pemekaran 459.690 Ha atau 4.596,90 Km²) dengan jumlah penduduk 473,890 jiwa[6] dengan kepadatan rata-rata 96 jiwa/Km². Mata pencaharian didominasi oleh petani/peternak dan jasa/pedagang/pemerintahan. Dwland/Fam

34 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *