Pernyataan Presiden Harus Diartikan Sebagai Pengingat untuk Tidak Korupsi

Jakarta, Inagurasi.com  – Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah 2019 di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparat penegak hukum untuk memberi peringatan terlebih dahulu jika ada pejabat daerah yang berpotensi tersangkut masalah hukum.

Menanggapi pernyataan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melalui juru bicaranya, Febri Diansyah mengatakan bahwa pernyataan Presiden Jokowi itu harus diartikan sebagai pengingat bagi para pejabat untuk menjauhi praktik korupsi, walau sudah diperingatkan sebelumnya.

“Jadi, jangan sampai sudah diingatkan tapi kemudian setengah hati di belakang dia masih terima suap. Kalau sudah terima suap maka tetap akan diproses tentu saja”, terang Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kamis, (14/11/2019).

Menurut Febri, kantor instansi tempatnya bekerja juga sudah sering mengingatkan para pejabat akan potensi pelanggaran melalui berbagai upaya pencegahan korupsi yang dilakukan KPK.

Namun, Febri mengakui bahwa ada beberapa instansi yang tidak menseriusi temuan maupun rekomendasi KPK sehingga praktik korupsi tetap terjadi dan menyeret pejabat instansi itu ke masalah hukum.

12 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *